Jumat, 16 Maret 2012

Santo Yustinus martir berkata (sekitar thn. 155) kepada seorang pakar Yahudi: "tidak akan ada Allah lain, dan dari awal mula pun tidak ada Allah lain ... kecuali Dia, yang membuat semesta alam dan mengaturnya. Selanjutnya kami percaya bahwa Allah kami tidak lain dari Allah kamu, sebaliknya Ia adalah sama dengan Dia, yang telah membawa nenek moyangmu keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung. Juga kami tidak berharap kepada Allah yang lain - karena memang tidak ada lain - kecuali kepada Allah yang sama seperti Allahmu, kepada Allah Abraham, Ishak, dan Yakub" (Yustinus, dial. 11, 1).
KGK 662. "Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku" (Yoh 12:32). Ditinggikan pada salib berarti pula ditinggikan waktu kenaikan ke surga dan peninggian pada salib sekaligus memaklumkan kenaikan ke surga itu. Itulah permulaannya. Yesus Kristus, Imam tunggal perjanjian baru dan abadi, "bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia... tetapi ke dalam surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita" (Ibr 9:24). Dalam surga Kristus melaksanakan imamat-Nya secara terus-menerus. "Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi pengantara mereka" (Ibr 7:25). Sebagai "imam besar untuk hal-hal baik yang akan datang" (Ibr 9:11), Ia adalah pusat dan selebran utama liturgi yang menghormati Bapa di surga Bdk. Why 4:6-11.

========= 
Pada perjanjian lama, ruang Mahakudus dalam bait Allah ditutup tirai. Tidak semua orang boleh memasukinya. Hanya imam agung yg boleh masuk, itu pun sekali setahun. Saat imam agung memasuki ruang Mahakudus, ia diikat dengan tali, untuk berjaga-jaga seandainya karena suatu hal entah pelanggaran, ia mati di dalam. Dari gambaran ini, kita lihat begitu kudus dan agungnya Allah. Imam agung Yahudi bertindak sebagai pengantara doa-doa umat Israel kepada Allah. Tetapi kepengantaraannya tidak sempurna, ia masih harus menguduskan dirinya dahulu. Allah itu kudus dan hanya yang kudus yang bisa bersatu dengan Allah. Setelah Yesus wafat, tidak adalagi tirai pemisahan ruang Mahakudus. Tidak ada lagi imam agung-imam agung spt zaman Yahudi. Hanya satu Imam agung yang sempurna yang bisa berdiri di hadapan Allah Bapa yaitu Yesus. Ia sempurna dan kudus seperti Allah Bapa sempurna dan kudus. Karena tentu saja Ia adalah Allah. Maka di surga Yesus melakukan imamatnya secara terus menerus, yg berarti melakukan kepengantaraan bagi manusia. Berkat kematian dan kebangkitanNya, semua orang yang percaya dikuduskan oleh Roh Kudus, sehingga mereka dapat memasuki ruang Mahakudus. Saat ini kita bisa menyentuh Tubuh Tuhan tanpa mati. Bandingkan dengan pengusung tabut yang mati karena menyentuh tabut itu dalam perjanjian lama. 
Karya satu pribadi dari Allah adalah karya bersama Allah Tritunggal Mahakudus. Saat kita melihat Yesus yang berkarya, kita juga melihat Allah Bapa yang berkarya dan Allah Roh Kudus yang berkarya. Tetapi ada kekhususan dari masing-masing Pribadi Allah. Allah Bapa adalah Pencipta segala sesuatu. Allah Putra atau Sabda adalah melaluiNya, Allah Bapa menciptakan. Allah Roh yang menghidupkan, Dialah Roh Pencipta. Tetapi tetap penciptaan adalah karya Allah Tritunggal Mahakudus. 
Begitu juga dalam pengabulan doa. Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus mengabulkan doa. Sebuah doa terkabul artinya ada suatu yang baru yang terjadi. Alam semesta ini tumbuh detik demi detik. Segala sesuatu diperbaharui detik demi detik. Waktu itu berlanjut terus, karena Allah terus menerus menciptakan. Bila sekejap saja Allah berhenti menopang alam semesta, alam semesta akan lenyap. Allah Bapa mengabulkan doa atau menyelenggarakan pengabulan doa, tetapi penyelenggaraan itu terjadi melalui SabdaNya yaitu Yesus dan dihidupi Roh Kudus. Pengabulan doa adalah karya Allah Bapa, tetapi juga karya Sabda dan Roh Kudus. 
Setiap menjelaskan tentang Tritunggal Mahakudus saya selalu menambahkan di bagian akhir: Kalau kita bisa menjelaskan dengan begitu jelas dan detail tentang misteri Tritunggal Mahakudus ini, maka Allah Tritunggal Mahakudus yang kita jelaskan bukanlah Allah. Bagaimana Allah bisa dijelaskan otak manusia. Tetapi manusia memakai bahasanya dengan seribu macam kelemahannya untuk berusaha menjelaskan imannya dengan tujuan agar ia lebih mengerti dan dengan lebih mengerti, ia akan lebih percaya lagi.Yesus sempurna dan kudus seperti Allah Bapa sempurna dan kudus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar