Santo
Yustinus martir berkata (sekitar thn. 155) kepada seorang pakar Yahudi:
"tidak akan ada Allah lain, dan dari awal mula pun tidak ada Allah lain
... kecuali Dia, yang membuat semesta alam dan mengaturnya. Selanjutnya
kami percaya bahwa Allah kami tidak lain dari Allah kamu, sebaliknya Ia
adalah sama dengan Dia, yang telah membawa nenek moyangmu keluar dari
Mesir dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung. Juga kami tidak
berharap kepada Allah yang lain - karena memang tidak ada lain - kecuali
kepada Allah yang sama seperti Allahmu, kepada Allah Abraham, Ishak,
dan Yakub" (Yustinus, dial. 11, 1).
KGK
662. "Dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik
semua orang datang kepada-Ku" (Yoh 12:32). Ditinggikan pada salib
berarti pula ditinggikan waktu kenaikan ke surga dan peninggian pada
salib sekaligus memaklumkan kenaikan ke surga itu. Itulah permulaannya.
Yesus Kristus, Imam tunggal perjanjian baru dan abadi, "bukan masuk ke
dalam tempat kudus buatan tangan manusia... tetapi ke dalam surga
sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita" (Ibr 9:24).
Dalam surga Kristus melaksanakan imamat-Nya secara terus-menerus.
"Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang
yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk
menjadi pengantara mereka" (Ibr 7:25). Sebagai "imam besar untuk hal-hal
baik yang akan datang" (Ibr 9:11), Ia adalah pusat dan selebran utama
liturgi yang menghormati Bapa di surga Bdk. Why 4:6-11.
=========
Pada perjanjian lama, ruang Mahakudus dalam bait Allah ditutup tirai.
Tidak semua orang boleh memasukinya. Hanya imam agung yg boleh masuk,
itu pun sekali setahun. Saat imam agung memasuki ruang Mahakudus, ia
diikat dengan tali, untuk berjaga-jaga seandainya karena suatu hal entah
pelanggaran, ia mati di dalam. Dari gambaran ini, kita lihat begitu
kudus dan agungnya Allah. Imam agung Yahudi bertindak sebagai pengantara
doa-doa umat Israel kepada Allah. Tetapi kepengantaraannya tidak
sempurna, ia masih harus menguduskan dirinya dahulu. Allah itu kudus dan
hanya yang kudus yang bisa bersatu dengan Allah. Setelah Yesus wafat,
tidak adalagi tirai pemisahan ruang Mahakudus. Tidak ada lagi imam
agung-imam agung spt zaman Yahudi. Hanya satu Imam agung yang sempurna
yang bisa berdiri di hadapan Allah Bapa yaitu Yesus. Ia sempurna dan
kudus seperti Allah Bapa sempurna dan kudus. Karena tentu saja Ia adalah Allah. Maka di surga Yesus
melakukan imamatnya secara terus menerus, yg berarti melakukan
kepengantaraan bagi manusia. Berkat kematian dan kebangkitanNya, semua
orang yang percaya dikuduskan oleh Roh Kudus, sehingga mereka dapat
memasuki ruang Mahakudus. Saat ini kita bisa menyentuh Tubuh Tuhan tanpa
mati. Bandingkan dengan pengusung tabut yang mati karena menyentuh
tabut itu dalam perjanjian lama.
Karya satu pribadi dari Allah
adalah karya bersama Allah Tritunggal Mahakudus. Saat kita melihat Yesus
yang berkarya, kita juga melihat Allah Bapa yang berkarya dan Allah Roh
Kudus yang berkarya. Tetapi ada kekhususan dari masing-masing Pribadi
Allah. Allah Bapa adalah Pencipta segala sesuatu. Allah Putra atau Sabda
adalah melaluiNya, Allah Bapa menciptakan. Allah Roh yang menghidupkan,
Dialah Roh Pencipta. Tetapi tetap penciptaan adalah karya Allah
Tritunggal Mahakudus.
Begitu juga dalam pengabulan doa. Allah
Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus mengabulkan doa. Sebuah doa
terkabul artinya ada suatu yang baru yang terjadi. Alam semesta ini
tumbuh detik demi detik. Segala sesuatu diperbaharui detik demi detik.
Waktu itu berlanjut terus, karena Allah terus menerus menciptakan. Bila
sekejap saja Allah berhenti menopang alam semesta, alam semesta akan
lenyap. Allah Bapa mengabulkan doa atau menyelenggarakan pengabulan doa,
tetapi penyelenggaraan itu terjadi melalui SabdaNya yaitu Yesus dan
dihidupi Roh Kudus. Pengabulan doa adalah karya Allah Bapa, tetapi juga
karya Sabda dan Roh Kudus.
Setiap
menjelaskan tentang Tritunggal Mahakudus saya selalu menambahkan di
bagian akhir: Kalau kita bisa menjelaskan dengan begitu jelas dan detail
tentang misteri Tritunggal Mahakudus ini, maka Allah Tritunggal
Mahakudus yang kita jelaskan bukanlah Allah. Bagaimana Allah bisa
dijelaskan otak manusia. Tetapi manusia memakai bahasanya dengan seribu
macam kelemahannya untuk berusaha menjelaskan imannya dengan tujuan agar
ia lebih mengerti dan dengan lebih mengerti, ia akan lebih percaya
lagi.Yesus sempurna dan kudus seperti Allah Bapa sempurna dan kudus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar