Maka
Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila
kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap
hatimu."(Mat 18:35)
Segala sesuatu bergantung pada segenap
"hati". Bila kita disakiti oleh kesalahan orang lain. Kita tidak
memiliki kuasa untuk menghentikan rasa sakit itu dengan demikian kita
juga tidak dapat melupakan kesalahan orang lain. Tetapi ada hal yang pasti mampu kita lakukan yaitu:
1. Membuka diri terhadap Roh Kudus.
2. Dengan demikian menjadikan luka di hati ini sebuah belas kasihan di hadapan Tuhan.
3. Menjadikan luka di hati itu doa syafaat bagi orang yang menyakiti kita.
4. Hingga kita dapat memurnikan pikiran yang menghakimi menjadi pikiran yang rahim.
salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar