
Kekuasaan Kunci melepaskan dan tidak melepaskan dosa,
suatu anugerah Tuhan yang tak ternilai, namun banyak diabaikan.
"Bapa-bapa suci benar dengan menamakan Sakramen Tobat semacam
pembaptisan dengan susah payah (Gregorius dari Nasiansa, th 329 – 389).
... Tetapi Sakramen Pengakuan ini memang perlu bagi mereka yang jatuh
sesudah Pembaptisan, seperti Pembaptisan sendiri juga perlu untuk yang
belum dilahirkan kembali" (Konsili Trente: DS 1672).
Oleh Sakramen Pengakuan, orang yang dibaptis dapat diperdamaikan dengan Allah dan dengan Gereja.
"Gereja telah menerima kunci Kerajaan surga, supaya di dalam dia
pengampunan dosa dapat terjadi oleh darah Kristus dan oleh karya Roh
Kudus. Di dalam Gereja jiwa yang mati karena dosa hidup lagi, supaya
hidup bersama Kristus, yang rahmat-Nya menyelamatkan kita" (Agustinus,
th 354 – 430).
Tidak ada satu kesalahan, bagaimanapun jahatnya,
yang tidak dapat diampuni oleh Gereja kudus. "Tidak mungkin ada seorang
manusia, yang begitu jahat dan terbuang, sehingga baginya tidak ada
harapan pasti untuk pengampunan, apabila ia benar-benar menyesali
kesalahannya" (Catech. R. 1, 11,5). Kristus yang wafat untuk semua
manusia mau, bahwa di dalam Gereja-Nya pintu pengampunan selalu terbuka
bagi orang yang berbalik dari dosa Bdk. Mat 18:21-22.
"Tuhan
menghendaki bahwa murid-murid-Nya memiliki kuasa besar; Ia menghendaki,
agar pelayan-pelayan-Nya yang hina itu atas nama-Nya melaksanakan apa
saja, yang telah Ia lakukan sewaktu Ia hidup di dunia (Ambrosius, th 339
- 397).
"Para imam telah menerima kuasa, yang Allah tidak
berikan baik kepada para malaikat maupun kepada para malaikat agung...
Tuhan mengukuhkan di atas sana segala sesuatu, yang para imam lakukan di
atas dunia ini" (Yohanes Krisostomus, th 345-407).
"Seandainya
di dalam Gereja tidak ada pengampunan dosa, maka tidak ada harapan atas
kehidupan abadi dan pembebasan abadi. Berterima kasihlah kita kepada
Allah, yang memberikan anugerah yang demikian itu kepada Gereja-Nya"
(Agustinus, th 354 – 430).
Sesudah kebangkitan-Nya Kristus
mengutus para Rasul-Nya, untuk "menyampaikan berita tentang pertobatan
kepada segala bangsa mulai dari Yerusalern" (Luk 24:47). Karena itu para
Rasul dan para penggantinya melaksanakan "pelayanan pendamaian" (2 Kor
5:18): Pada satu pihak mereka mewartakan kepada manusia pengampunan oleh
Allah, yang telah diperoleh Kristus bagi kita, dan menghimbau untuk
bertobat dan beriman. Pada lain pihak mereka sungguh menyampaikan
pengampunan dosa melalui Pembaptisan dan mendamaikan orang dengan Allah
dan dengan Gereja berkat kuasa kunci yang diterimanya dari Kristus.
Gereja harus berusaha membangkitkan dan mempertahankan dalam diri umat
beriman, iman kepada anugerah yang tidak ternilai ini, yang telah
diberikan oleh Kristus yang bangkit kepada Gereja-Nya: tugas dan kuasa,
untuk benar-benar mengampuni dosa-dosa melalui pelayanan para Rasul dan
para penggantinya
(KGK 981-983)
salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar