Jumat, 16 Maret 2012

Dosa terhadap Iman, kasih dan harapan.
Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan berbakti kepadaNya (Ul 6:13). Perintah pertama dalam 10 perintah Allah ini mencakup 3 kebajikan ilahi: iman, harapan dan kasih. Sebab kalau kita mengatakan bahwa Allah itu tidak berubah, tidak bergerak, tetap sama, maka amat beralasan kita mengakui-Nya sebagai yang setia tanpa ketidakadilan sedikit pun. Karena itu perlu kita menerima kata-kata-Nya, percaya kepada-Nya dengan teguh dan berharap kepada-Nya dengan sepenuh hati.

Iman

Santo Paulus berbicara tentang "ketaatan iman" (Rm 1:5; 16:26) sebagai kewajiban pertama. Terhadap Allah kita mempunyai kewajiban, supaya percaya kepada-Nya dan memberi kesaksian tentang Dia. Orang dapat berdosa melawan iman dengan berbagai cara:
1. Keragu-raguan iman yang disengaja berarti kurang bergairah atau malahan menolak untuk menerima sebagai benar, apa yang Allah wahyukan dan apa yang Gereja sampaikan untuk dipercaya. Keragu-raguan yang tidak disengaja mencakup kelambanan untuk percaya, kesukaran untuk mengatasi keberatan-keberatan terhadap iman, atau juga rasa takut yang ditimbulkan oleh kegelapan iman. Kalau keragu-raguan itu dipelihara dengan sengaja, ia akan membawa menuju kebutaan rohani.
2. Ketidakpercayaan berarti tidak menghiraukan kebenaran yang diwahyukan atau menolak dengan sengaja untuk menerimanya. "Disebut bidah kalau menyangkal atau meragu-ragukan dengan tegas suatu kebenaran yang sebenarnya harus diimani dengan sikap iman ilahi dan katolik, sesudah penerimam Sakramen Pembaptisan; disebut murtad kalau menyangkal iman-kepercayaan kristiani secara menyeluruh; disebut skisma kalau menolak ketaklukan kepada Sri Paus atau persekutuan dengan anggota-anggota Gereja yang takluk kepadanya" (CIC, can. 751)

Harapan

Kalau Allah mengasihi manusia, maka manusia tidak dapat menjawab sepenuhnya kasih ilahi dengan kekuatan sendiri. Ia harus mengharapkan bahwa Allah akan menganugerahkan kepadanya kesanggupan untuk menjawab kasih-Nya. Harapan adalah penantian dengan penuh kepercayaan akan berkat ilahi dan kehidupan surga. Dosa melawan harapan adalah keputusasaan dan kesombongan.
1. Dalam keputusasaan manusia berhenti mengharapkan dari Allah keselamatan pribadinya, bantuan rahmat, supaya sampai kepada keselamatan atau pengampunan dosa-dosanya. Dengan demikian ia menentang kebaikan Allah, keadilan-Nya - karena Tuhan selalu setia pada janji-Nya - dan kerahiman-Nya.
2. Ada dua jenis kesombongan: manusia menilai kemampuannya terlalu tinggi, dengan berharap bahwa ia dapat mencapai keselamatan tanpa bantuan dari atas; atau ia berharap terlalu berani bahwa ia dapat menerima pengampunan dari kemahakuasaan dan kerahiman Allah, tanpa bertobat, dan menjadi bahagia, tanpa jasa apa pun.

Kasih

Perintah pertama mewajibkan kita supaya mengasihi Allah di atas segala sesuatu dan mengasihi segala makhluk demi Dia dan karena Dia Bdk. Ul 6:45. Orang dapat berdosa melawan kasih Allah atas berbagai cara:
1. Sikap acuh tak acuh menampik atau malah menolak untuk memperhatikan kasih Allah, ia tidak mengakui hakikatnya yang ramah dan mengingkari kekuatannya.
2. Sifat tidak tahu terima kasih mengabaikan atau menolak mengakui kasih Allah dengan rasa syukur dan menjawabnya dengan kasih balasan.
3. Kelesuan, menunda atau sama sekali tidak rela untuk menjawab kasih ilahi; di dalamnya dapat tercakup penolakan untuk menyerahkan diri kepada kasih ini.
4. Kejenuhan hal-hal rohani (acedia) atau kelambanan rohani dapat membawa akibat bahwa orang menampik kegembiraan yang datang dari Allah dan membenci hal-hal ilahi.
5. Kebencian terhadap Allah muncul dari kesombongan. Ia menantang kasih Allah, yang kebaikan-Nya ia mungkiri dan kutuki, karena Allah melarang dosa-dosa dan menjatuhkan hukuman atasnya.
salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar