Dosa terhadap Iman, kasih dan harapan.
Engkau harus menyembah
Tuhan, Allahmu, dan berbakti kepadaNya (Ul 6:13). Perintah pertama dalam
10 perintah Allah ini mencakup 3 kebajikan ilahi: iman, harapan dan
kasih. Sebab kalau kita mengatakan bahwa Allah itu tidak berubah, tidak
bergerak, tetap sama, maka amat beralasan kita mengakui-Nya sebagai yang
setia tanpa ketidakadilan sedikit pun. Karena itu perlu kita menerima
kata-kata-Nya, percaya kepada-Nya dengan teguh dan berharap kepada-Nya
dengan sepenuh hati.
Iman
Santo Paulus berbicara tentang
"ketaatan iman" (Rm 1:5; 16:26) sebagai kewajiban pertama. Terhadap
Allah kita mempunyai kewajiban, supaya percaya kepada-Nya dan memberi
kesaksian tentang Dia. Orang dapat berdosa melawan iman dengan berbagai
cara:
1. Keragu-raguan iman yang disengaja berarti kurang bergairah
atau malahan menolak untuk menerima sebagai benar, apa yang Allah
wahyukan dan apa yang Gereja sampaikan untuk dipercaya. Keragu-raguan
yang tidak disengaja mencakup kelambanan untuk percaya, kesukaran untuk
mengatasi keberatan-keberatan terhadap iman, atau juga rasa takut yang
ditimbulkan oleh kegelapan iman. Kalau keragu-raguan itu dipelihara
dengan sengaja, ia akan membawa menuju kebutaan rohani.
2.
Ketidakpercayaan berarti tidak menghiraukan kebenaran yang diwahyukan
atau menolak dengan sengaja untuk menerimanya. "Disebut bidah kalau
menyangkal atau meragu-ragukan dengan tegas suatu kebenaran yang
sebenarnya harus diimani dengan sikap iman ilahi dan katolik, sesudah
penerimam Sakramen Pembaptisan; disebut murtad kalau menyangkal
iman-kepercayaan kristiani secara menyeluruh; disebut skisma kalau
menolak ketaklukan kepada Sri Paus atau persekutuan dengan
anggota-anggota Gereja yang takluk kepadanya" (CIC, can. 751)
Harapan
Kalau Allah mengasihi manusia, maka manusia tidak dapat menjawab
sepenuhnya kasih ilahi dengan kekuatan sendiri. Ia harus mengharapkan
bahwa Allah akan menganugerahkan kepadanya kesanggupan untuk menjawab
kasih-Nya. Harapan adalah penantian dengan penuh kepercayaan akan berkat
ilahi dan kehidupan surga. Dosa melawan harapan adalah keputusasaan dan
kesombongan.
1. Dalam keputusasaan manusia berhenti mengharapkan
dari Allah keselamatan pribadinya, bantuan rahmat, supaya sampai kepada
keselamatan atau pengampunan dosa-dosanya. Dengan demikian ia menentang
kebaikan Allah, keadilan-Nya - karena Tuhan selalu setia pada janji-Nya -
dan kerahiman-Nya.
2. Ada dua jenis kesombongan: manusia menilai
kemampuannya terlalu tinggi, dengan berharap bahwa ia dapat mencapai
keselamatan tanpa bantuan dari atas; atau ia berharap terlalu berani
bahwa ia dapat menerima pengampunan dari kemahakuasaan dan kerahiman
Allah, tanpa bertobat, dan menjadi bahagia, tanpa jasa apa pun.
Kasih
Perintah pertama mewajibkan kita supaya mengasihi Allah di atas segala
sesuatu dan mengasihi segala makhluk demi Dia dan karena Dia Bdk. Ul
6:45. Orang dapat berdosa melawan kasih Allah atas berbagai cara:
1.
Sikap acuh tak acuh menampik atau malah menolak untuk memperhatikan
kasih Allah, ia tidak mengakui hakikatnya yang ramah dan mengingkari
kekuatannya.
2. Sifat tidak tahu terima kasih mengabaikan atau
menolak mengakui kasih Allah dengan rasa syukur dan menjawabnya dengan
kasih balasan.
3. Kelesuan, menunda atau sama sekali tidak rela
untuk menjawab kasih ilahi; di dalamnya dapat tercakup penolakan untuk
menyerahkan diri kepada kasih ini.
4. Kejenuhan hal-hal rohani
(acedia) atau kelambanan rohani dapat membawa akibat bahwa orang
menampik kegembiraan yang datang dari Allah dan membenci hal-hal ilahi.
5. Kebencian terhadap Allah muncul dari kesombongan. Ia menantang kasih
Allah, yang kebaikan-Nya ia mungkiri dan kutuki, karena Allah melarang
dosa-dosa dan menjatuhkan hukuman atasnya.
salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar