Rabu, 14 Maret 2012

Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. (Luk 15:21-22)

Anak yang hilang ini sudah merancang kata-kata pertobatan. Ia sudah membuat keputusan untuk hanya menjadi orang upahan, tidaklagi menjadi anak. (Memang kita sebagai orang yang memberontak terhadap Bapa, kita sebenarnya hanya berhak menjadi orang upahan). Tetapi sebelum anak yang hilang ini menyelesaikan maksudnya untuk hanya menjadi orang upahan, Sang Bapa tidak memberinya kesempatan untuk merendahkan dirinya terlalu jauh. Bapa lekas-lekas meninggikannya dengan mendandaninya agar terlihat bersinar.

Di mata Bapa sukacita karena kembalinya anakNya yang hilang ini melupakan segala pemberontakan yang pernah dibuatnya.

Sungguh berbahagia orang yang bertobat, yang berbalik dari jalan hidupnya yang lama, yang kembali pulang kepada Bapa yang penuh kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar