Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan
terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah
itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang
terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. (Luk 15:21-22)
Anak yang hilang ini sudah merancang kata-kata pertobatan. Ia sudah
membuat keputusan untuk hanya menjadi orang upahan, tidaklagi menjadi
anak. (Memang kita sebagai orang yang memberontak terhadap Bapa, kita
sebenarnya hanya berhak menjadi orang upahan). Tetapi sebelum anak yang
hilang ini menyelesaikan maksudnya untuk hanya menjadi orang upahan,
Sang Bapa tidak memberinya kesempatan untuk merendahkan dirinya terlalu
jauh. Bapa lekas-lekas meninggikannya dengan mendandaninya agar terlihat
bersinar.
Di mata Bapa sukacita karena kembalinya anakNya yang hilang ini melupakan segala pemberontakan yang pernah dibuatnya.
Sungguh berbahagia orang yang bertobat, yang berbalik dari jalan
hidupnya yang lama, yang kembali pulang kepada Bapa yang penuh kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar