"Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Luk 6:38)
Hendaknya kita tidak mengukur orang lain dengan ukuran kita. Setiap
orang diukur hanya oleh ukuran Tuhan. St. Theresia Lisieux pernah
berkata,"Cinta kasih itu menanggung kelemahan orang lain."
Kalau kita mau menghitung dosa-dosa kita sejak kita mulai mengenal dosa sampai sekarang, BERAPA banyakkah dosa kita? dan KEMANAKAH
dosa-dosa itu saat ini? Sudah tentu waktu tidak dapat dilulang dan kita
tidak bisa membatalkan perbuatan kita yang menghasilkan dosa. Dosa-dosa
kita tidaklah hilang lenyap.... tetapi ditanggung oleh Yesus. Tuhan
Yesuslah yang menanggung kelemahan kita, menanggung perbuatan jahat
kita. Yaitu bila kita mengakui bahwa kita berdosa dan bertobat.
Sekalipun berjuang, manusia tidak mungkin tidak berdosa sama sekali,
karena itu, kita sewajarnya senantiasa merendahkan diri sembari mengakui
kelemahan kita dan mohon agar Tuhan mengisi lubang-lubang dalam diri
kita dengan Tubuh dan DarahNya.
Tetapi ada satu lagi yang
diminta Tuhan, yaitu ketika saudara kita lemah, kita diminta Tuhan yang
Maharahim ini untuk tidak menghakimi, sebaliknya kita harus menanggung
kelemahannya dengan kelebihan yang ada pada diri kita.
salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar