Rabu, 14 Maret 2012

"Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Luk 6:38)
Hendaknya kita tidak mengukur orang lain dengan ukuran kita. Setiap orang diukur hanya oleh ukuran Tuhan. St. Theresia Lisieux pernah berkata,"Cinta kasih itu menanggung kelemahan orang lain."

Kalau kita mau menghitung dosa-dosa kita sejak kita mulai mengenal dosa sampai sekarang, BERAPA banyakkah dosa kita? dan KEMANAKAH dosa-dosa itu saat ini? Sudah tentu waktu tidak dapat dilulang dan kita tidak bisa membatalkan perbuatan kita yang menghasilkan dosa. Dosa-dosa kita tidaklah hilang lenyap.... tetapi ditanggung oleh Yesus. Tuhan Yesuslah yang menanggung kelemahan kita, menanggung perbuatan jahat kita. Yaitu bila kita mengakui bahwa kita berdosa dan bertobat. Sekalipun berjuang, manusia tidak mungkin tidak berdosa sama sekali, karena itu, kita sewajarnya senantiasa merendahkan diri sembari mengakui kelemahan kita dan mohon agar Tuhan mengisi lubang-lubang dalam diri kita dengan Tubuh dan DarahNya.

Tetapi ada satu lagi yang diminta Tuhan, yaitu ketika saudara kita lemah, kita diminta Tuhan yang Maharahim ini untuk tidak menghakimi, sebaliknya kita harus menanggung kelemahannya dengan kelebihan yang ada pada diri kita.

salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar