Rabu, 14 Maret 2012

Waktu terbaik yang engkau pergunakan di bumi adalah waktu yang dipergunakan bersama sahabatmu, Yesus, di dalam Sakramen Mahakudus

Pastor Thomas terkasih,

Kemarin saya mempersembahkan Misa Kudus bagi anggota Misionaris Cinta
Kasih. Hal itu mengingatkan saya pada saat pertama kali saya bertemu dengan
Ibu Teresa dari Calcutta. Ketika dia datang ke Manila untuk mendirikan
komunitas di sini, saya diminta untuk mempersembahkan Misa bagi dia dan
para biarawatinya.

Seusai Misa saya mendapatkan kehormatan untuk berbicara dengan Ibu Teresa
secara pribadi. Saat itulah dia menceritakan kepada saya sejarah komunitasnya.
Suster Agnus, biarawati kecil dan hitam dari India, adalah pengikut pertamanya.
Hanya ada beberapa biarawati bersama Ibu Teresa pada awalnya, padahal
ada begitu banyak orang yang membutuhkan pertolongan. Dari orang tua
yang sakit, yang sedang sekarat di jalan, sampai kepada bayi dan anak-anak
yang ditelantarkan, yang tidak punya seorang pun yang merawat mereka.
Ibu Teresa ingin menolong mereka semua.

Pertanyaannya adalah, bagaimana melakukan hal itu dengan orang yang
sangat sedikit? Tidak ada cukup waktu dalam sehari untuk merawat semua
orang yang membutuhkan pertolongan. Ibu Teresa dan para biarawati berdoa
untuk mengetahui apa yang harus dilakukan. Jawabannya mengejutkan. Di
samping doa rutin mereka, Allah menginginkan sesuatu yang sangat istimewa.
Meskipun kelihatannya tidak ada cukup waktu dalam sehari, Allah menginginkan
sesuatu yang lebih. Dia ingin komunitas itu menyisihkan waktu ekstra selama
satu jam setiap hari untuk jam suci bersama-sama dalam hadirat Putra-Nya
yang ditahtakan dalam Sakramen Mahakudus.

Ibu Teresa memberi kesaksian bahwa jam suci harian ini adalah penyebab
dan alasan mengapa komunitasnya berkembang. Melalui kuasa dan rahmat
yang mengalir dari jam suci harian, komunitas tersebut telah berkembang
menjadi lebih dari tiga ribu orang. Melalui para biarawati ini, Ibu Teresa telah
menggandakan dirinya sendiri dan sekarang ada di setiap belahan dunia. Karena
ia bersedia memberikan waktu untuk bersatu dengan "Pokok Anggur” sekarang
ia dapat menjangkau dan merangkul seluruh dunia.
Dalam Percakapan pada Perjamuan Terakhir-Nya, Yesus berkata, barangsiapa
tinggal di dalam Dia dalam Sakramen Mahakudus akan berbuah banyak (Yoh
15:5). Buah kerasulan dari Ibu Teresa dan para biarawatinya terus-menerus
membuat kagum dunia.

Kisah dari Ibu Teresa menginsiprasi saya untuk melakukan hal yang sama.
Saya membaca tentang kerasulan adorasi abadi dan bagaimana Pastor Martin
Lucia telah berhasil mempromosikannya di seluruh Amerika Serikat dan negara-
negara lain. Saya ingin menyebarkannya di seluruh Filipina. Inilah sebabnya
mengapa saya mendirikan komunitas bernama Para Murid Ekaristi dari St.
Pius X (The Eucharistic Disciples of St. Pius X). Siang dan malam tanpa henti
mereka datang di hadapan Sakramen Mahakudus dalam adorasi penuh kasih.
Awalnya, mereka berdoa supaya Pastor Martin datang ke Filipina dan mulai
membangun kerasulan yang besar untuk mengadakan adorasi abadi di paroki-
paroki. Lalu mereka berdoa untuk penyebarannya di seluruh negara. Sekarang
sudah ada 500 kapel. Kini, Para Murid Ekaristi berdoa supaya kami mencapai
target 1000 kapel adorasi abadi di paroki-paroki.

Dua conoh ini, dari Ibu Teresa dan Para Murid Ekaristi, menggambarkan
kebenaran dari Yesus yang berkata di Injil hari ini: "Marta, Marta, engkau
kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja
yang perlu, Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil
dari padanya" (Luk 10:41, 42)

Bagian yang terbaik adalah berada bersama Yesus dalam Sakramen
Mahakudus. Waktu terbaik yang engkau pergunakan di bumi, Thomas terkasih,
adalah waktu yang dipergunakan bersama sahabatmu, Yesus, di dalam
Sakramen Mahakudus. Dan inilah cara yang paling pasti untuk menghasilkan
buah kerasulan yang besar.

Salam saya dalam Kasih Ekaristi Kudus -Nya,

Mgr. Pepe
Tulisan ini ditulis dalam bentuk surat kepada para imam.
(Dikutip dari buku cinta Yesus dalam Sakramen Mahakudus)salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar