Seorang
tukang pos ketika dalam perjalanan mengantar sebuah paket, menjatuhkan
paket itu sehingga isi paket itu berceceran. Ternyata isi paket itu
adalah Alkitab. Ia kemudian mengambil satu Alkitab dan membungkus
sisanya lalu mengirim ke penerima. Sang atasan akhirnya tahu bahwa
tukang pos ini mencuri satu Alkitab dari laporan penerima paket. Sang
atasan yang tahu sebenarnya bawahannya ini adalah pekerja
yang baik, bertanya kepadanya," Mengapa kamu mencuri Alkitab itu?" Si
tukang pos menjawab,"Saya mengambilnya karena kereligiusan saya."
Belajar dari tukang pos di atas, perasaan religius bukanlah tanda
kekudusan. Banyak orang giat berdevosi, rajin ke Gereja atau ke
persekutuan-persekutuan doa, serta aktif melayani di Gereja. Secara
otomatis kita akan merasakan perasaan religius, yang membuat kita merasa
saleh, merasa dekat dengan Tuhan. Tetapi itu bukan tanda bahwa rohani
kita sudah baik. Di samping perasaan religius, pengetahuan yang luas
terhadap hal-hal rohani, seperti doa dan spiritualitas serta
ajaran-ajaran Gereja, tidak juga menandakan kekudusan.
Kekudusan atau rohani yang baik bila rohani kita bertumbuh. Rohani yang
bertumbuh bila diri kita senantiasa berubah atau senantiasa bertobat.
Sebagian orang pernah bertobat dari dosa-dosa di masa lalu, tetapi bila
saat ini ia sudah berhenti bertobat, pertobatannya yang dulu seolah
tidak ada gunanya. Rohani kita bertumbuh bila kebaikan kita semakin
bertambah. Kita menjadi semakin murah hati, semakin kuat menahan dosa,
semakin dalam menjalani hidup doa, kemampuan kita semakin bertambah
dalam mengendalikan diri, semakin percaya pada kehendak Tuhan.
Menurut St. Theresia Avila, hidup rohani itu ibarat mendayung perahu
menuju hulu melawan arus. Saat kita berhenti mendayung, perahu akan
mundur. Hidup rohani tidak mengenal kata berhenti, yang ada hanya maju
atau mundur. Hidup kudus itu bukan tidak berbuat dosa sama sekali,
tetapi bertobat terus menerus. Tak peduli seorang pemula yang baru saja
menjalani hidup rohani. Setiap orang bertumbuh setahap demi setahap.
Yang penting dalam hidup rohani adalah kita selalu bertumbuh, berubah
terus dan bertobat terus menerus. Tetapi kita perlu bijak juga,
kekudusan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Berusaha terlalu
keras untuk menjadi kudus dalam waktu singkat, bila kita jatuh, kita
akan menjadi sulit untuk bangkit kembali.
salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar